Welcome to my blogs...

Selasa, 21 Desember 2010

TIPE-TIPE PERKEMBANGAN EKONOMI

TIPE-TIPE PERKEMBANGAN EKONOMI

Perkembangan ekonomi sebagian besar tergantung pada pemecahan beberapa masalah pokok yaitu akumulasi kapital dan penggunaan maksimal dari sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk menaikkan serta memperbaiki produksi barang dan jasa.

A. Perkembangan Ekonomi di Negara-Negara Barat “Pembangunan Secara Spontan” (Spontaneous Development)
Perkembangan ekonomi di Barat pada mulanya lambat, prosesnya tidak dapat diperkirakan, tanpa petunjuk dan kadang-kadang dibantu oleh pemerintah.
Gejala-gejala yang penting adalah adanya akumulasi modal secara perlahan-lahan (gradual capital accumulation) dan tersebarnya keterampilan wiraswasta (entrepreneurial skills) dengan cara perdagangan luar negeri. Moderenisasi dalam pertanian menaikkan hasil produksi sehingga dapat mensuplai bahan makanan dan tenaga kerja di sektor industri. Selain itu perluasan dalam bidang transport dapat memperluas pasar baik dalam negeri dan luar negeri.
Sumber perkembangan ini berasal dari kelas wiraswasta (usahawan) yang menanamkan kembali keuntungan-keuntungan yang diperolehnya. Naiknya keuntungan pada awalnya dikarenakan adanya dasar tukar yang menguntungkan (favorable terms of trade) dengan negara-negara penghasil produk primer dan juga karena upah-upah yang pada waktu itu masih rendah.
Perbaikan yang terus menerus di bidang pengupahan dan tingkat pendapatan menyebabkan pendapatan dalam negeri makin meningkat untuk investasi, dan perluasan pasar yang cepat menguntungkan bagi industri yang memproduksi secara masal.


B. Perkembangan Ekonomi Jepang “Pembangunan Yang Didorong“ (Induced Development)
Perkembangan ekonomi di negara-negara Barat bersifat spontan, yang dipimpin dan dibiayai oleh sektor swasta hal itu berbeda dengan Jepang yang perkembangan ekonominya diatur dan dipimpin oleh pemerintah dengan menggunakan kelas feodal sebagai alat, dan dengan bantuan pemerintah kelas tersebut dijadikan sebagai kelas wiraswasta.
Dalam perkembangan ekonomi jepang pemerintah mengambil peranan yang sangat penting dan sektor swasta mengikutinya yang kemudian mengambil alih usaha pemerintah tersebut.
Ekspor mula-mula berupa produksi primer (sutera) kemudian diikuti ekspor industri barang konsumsi. Biaya-biaya pembangunan di Jepang dirasakan berat terutama oleh golongan yang pendapatannya rendah seperti petani dan buruh.

C. Perkembangan ekonomi Rusia “pembangunan yang dipaksakan” ( forced development )
Perkembangan ekonomi Eropa dan Jepang pada dasarnya mempunyai kesamaan yaitu keduanya berdasar pada perusahaan swasta dan miliik swasta. Hal itu berbeda dengan perkembangan ekonomi Rusia yang didasarkan pada pemilikan dan pengawasan pemerintah seluruhnya.
Perkembangan ekonomi berkembang persat pada industri berat dan pemerintah selalu mengawasi dan menguasai sektor-sektor strategis vital, yaitu semua mekanisme bersekala besar, industri pertambanmgan, perbankan dan monopoli perdagangan luar negeri.
Perkembangan ekonomi di negara-negara Barat lambat dan membutuhkan sumber kapital besar serta pengetahuan teknis yang matang. Kedua faktor tersebut (capital dan teknologi) relatif masih sedikit di negara-negara sedang berkembang. Perkembangan di Jepang lebih cepat karena semangat kebangsaannya, dan semangat tersebut terdapat pula di negara berkembang. Tetapi metode yang diterapkan yaitu dengan mengeksploitasi golongan yang berpendapatan rendah tidaklah dapat digunakan di negara yang sedang mengembangkan perekonomian. Sedangkan di Rusia perkembangan yang pesat di sektor industri berat terutama dicapai dengan penekanan tingkat konsumsi dan sangat tidak cocok diterapkan di negara sedang berkembang.

D. Perkembangan ekonomi di negara berkembang
Untuk mengetahui masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh negara yang sedang berkembang, haruslah diselidiki perspektif sejarahnya bagaimana masalah itu dipersoalkan.
1. Asal mula ekonomi dualistis
Di negara berkembang produksi serta ekspor utama adalah produksi primer yaitu bahan makanan dan bahan mentah. Semua kegiatan perekonomian dalam negeri ditujukan untuk ekspor dan kepentingan penduduk setempat tidak diperhatikan. Pada masa itu perekonomian negara sedang berkembang sangatlah terpadu dengan perekonomian negara yang dikuasai oleh negara barat. Investasinya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri yang berarti ekspor.
Jadi sifat yang pokok dari perekonomian di negara yang sedang berkembang adalah “ekonomi dualistic” yaitu industri ekspor yang terpadu dengan perekonomian dunia, yang sudah menggunakan sistem modern, dan di samping itu ada kegiatan yang masih mempunyai tingkat subsisten Kedua sektor kegiatan ini memproduksi barang-barang untuk pasar lokal dan terpisah dari perekonomian pasar modern.
2. Periode antara perang dunia I dan II “turunnya kekuasaan barat”
Adanya perang dunia I dan II tersebut telah membawa dua akibat penting bagi negara sedang berkembang yaitu :
1) Kenaikan permintaan akan bahan mentah industri dan bahan makanan dari negara sedang berkembang,
2) Pengurangan ekspor barang-barang konsumsi ke negara sedang berkembang.

3. Periode setelah perang dunia II “perkembangan internasional”
Setelah perang dunia II terjadi perubahan pandangan terhadap perkembangan ekonomi. Negara maju menyadari bahwa perkembangan ekonomi merupakan tujuan penting. Hal ini dikemukakan dalam Atlantic charter yang besar pengaruhnya terhadap pemimpin negara-negara besar. Mereka berpendapat bahwa kemiskinan menyebabkan ketidakstabilan perekonomian. Oleh karena itu mereka banyak menaruh perhatian terhadap negara yang sedang berkembang.

E. Tipe Perkembangan Ekonomi Indonesia
Sebagimana di negara berkembang tipe perkembangan ekonomi indonesia adalah sistem dualisme ekonomi yaitu perbedaan antara bangsa kaya dan miskin atau perbedaan antara berbagai golongan masyarakat yang semakin meningkat.
Konsep dualisme mempunyai empat unsur pokok, yaitu :
1. Dua keadaan bersifat superior dan keadaan bersifat inferior yang bisa hidup berdampingan pada ruang dan waktu yang sama.
2. Kenyataan hidup berdampingannya dua keadaan yang berbeda bersifat kronis dan bukan tradisional.
3. Derajat superioritas dan inferioritas tidak menunjukkan kecenderungan yang menurut, bahkan terus meningkat.
4. Keterkaitan antar unsur berpengaruh kecil
Dualisme dapat dibedakan menjadi dualisme sosial, dualisme ekologis, dualisme teknologi, dualisme finansial, dualisme regional.
Boeke (ekonom Belanda) menjelaskan teori dualisme ekonomi sebagai suatu kondisi dimana kedua sektor yaitu pertanian dan industri tumbuh bersamaan dan parallel. Tak ada satu sektor pun yang mendominasi sektor lain. dengan kata lain, baik sektor industri maupun pertanian tetap tumbuh bersamaan dalam berjalannya proses ekonomi. Dalam kerangka dualistik ini terdapat hipotesis bahwa aktivitas ekonomi disektor modern (barat) dipicu oleh kebutuhan ekonomis, sedangkan aktivitas ekonomi disektor tradisional (timur) hanya dipicu oleh kebutuhan sosial yang hanya memenuhi kebutuhan subsisten.
Boeke mengelompokkan dualisme ekonomi menjadi dua bagian besar yaitu :
1. Firm Type Economy (Modern Economy)
a. Produk distandardisasikan
b. Harga pas, tidak bisa ditawar
c. Persaingan muncul antara penjual dengan penjual
2. Bazar Type Economy (Traditional Economy)
a. Tak ada produk yang standar. Harga tergantung atau bisa ditawar
b. Persaingan muncul antara penjual dan pembeli
Awal dari sistem ekonomi dualistis di Indonesia yaitu setelah Hindia Belanda menguasai kembali Indonesia dari kekuasaan Raffles, pemerintah Belanda menyadari bahwa sangatlah kecil penghasilan yang akan diperolehnya dari sistem liberal yang diperkenalkan Raffles. Maka diusahakanlah suatu metode baru dalam manajemen ekonomi. Dasar-dasar institutional dan organisasi dari kebijaksanaan ekonomi adalah diperkenalkannya sistem tanam paksa (cultuurstelsel), yang dilaksanakan sampai tahun 1879-an. Dengan dibentuknya NHM, negara mencapai monopoli penuh dalam perdagangan, sedangkan Javasche Bank menangani masalah keuangan negara dan NHM. Dengan bantuan dari para bupati dan kepala desa, negara telah memberikan aparat organisasi demi menjamin mengalirnya produksi pertanian dari kaum tani Jawa.
Dalam sistem ini bidang usaha perusahaan-perusahaan swasta masih terbatas pada pengolahan. Modal tidak dimasukkan secara besar-besaran, tetapi kebutuhan akan modal yang tidak begitu besar diberikan oleh negara. Lebih-lebih, kaum pengusaha swasta bebas hanya merupakan sisa dari zaman Raffles.
Perkembangan kapitalisme di Jawa bukanlah akibat adanya gerakan dari dalam seperti di Eropa, melainkan akibat dorongan luar melalui pemasukan modal, keahlian, dan organisasi dari sistem kapitalis yang sudah berkembang di negeri Belanda.
Dalam perkebunan produksi ekspor, di mana sektor ekspor dan domestik berdiri bersama dalam hubungan mutualistis, pemerintah dan pemilik pabrik gula memiliki suatu kepentingan untuk mempertahankan laju aliran buruh-buruh murah dan perolehan tanah. Dalam perkebunan yang relatif tidak besar seperti kopi, ketergantungan pada tanah dan buruh, terciptalah sektor enklafe. Dengan demikian negara meletakkan dasar terciptanya struktur dualistis dalam perekonomian Hindia Belanda, di mana sektor ekspor dan enklafe telah menjadi cabang perekonomian Belanda.
Perkembangan dualisme ekonomi ini tidak pernah memberikan dampak yang mendorong sebuah perubahan bagi masyarakat pribumi, karena dualisme ekonomi dalam industrialisasi perkebunan gula tidak banyak menyentuh seluruh sendi-sendi masyarakat pribumi. Masyarakat pribumi hanya dijadikan kuli dan paling beruntung menjadi mandor.
Meskipun setelah kemerdekaan dualisme ekonomi berusaha dihlangkan namun sepertinya dualisme ekonomi peninggalan pemerinah kolonial ini tidak dapat dihilangkan. Kapital reform dalam jangka panjang pun akan menemui kegagalan seperti dimasa lalu. Reformasi kapital akan menyebabkan pelarian modal yang sangat mudah di era liberalisasi. Reformasi kapital juga akan mengakibatkan berhentinya penanaman modal yang dapat menurunkan laju pertmbuhan ekonomi.
Dalam konsepnya pemeran perekonomian Indonesia ada tiga sektor sesuai dengan UUD 1945 pasal 33, yaitu pemerintah melalui BUMNnya, swasta dan koperasi. Namun dalam kenyataannya dualisme ekonomi masih terjadi dimasa sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar